IPKEMINDO DIY Gelar Konstek Nasional Peningkatan Kapasitas PK/APK

Mengawali kepengurusan baru periode 2022-2025, Ikatan Pembimbing Kemasyarakatan Indonesia (IPKEMINDO) DIY menggelar konsultasi teknis (Konstek) nasional dengan tema “Peningkatan Kapasitas PK & APK dalam Persiapan Implementasi UU RI no. 1 Tahun 2023 dan UU RI no. 22 Tahun 2022” pada hari Jumat, 20 Januari 2023. Berlokasi di Aula Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Yogyakarta, Konstek ini menghadirkan Wakil Menteri Hukum dan HAM, Eddy Hiarej, sebagai keynote speaker. Sementara itu, Direktur Bimkemas dan Pengentasan Anak Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, Pujo Harinto, serta Ketua DPP Ipkemindo yang juga seorang Pembimbing Kemasyarakatan Ahli Utama, Junaedi bertindak sebagai pembicara dalam diskusi panel.

Acara Konstek dihadiri oleh Pembimbing Kemasyarakatan (PK) dan Asisten Pembimbing Kemasyarakatan (APK) yang bertugas di Balai Pemasyarakatan Kelas I Yogyakarta, Balai Pemasyarakatan Kelas II Wonosari, serta sejumlah Bapas daerah lain. Selain dihadiri langsung, acara Konstek ini juga diikuti secara daring oleh PK/APK seantero Indonesia.

Dalam keynote speech yang dibawakannya, Wakil Menteri Eddy menegaskan bahwa titik sentra pemasyarakatan sesuai UU Pemasyarakatan dan KUHP yang baru disahkan tidak lagi bertumpu pada LAPAS, melainkan pada BAPAS, mengingat orientasi KUHP kini bukan lagi keadilan retributif, yang menggunakan hukum pidana sebagai bentuk pembalasan tindak kriminal, melainkan keadkilan korektif dan restoratif, yang salah satu maknanya adalah upaya pemulihan pada keadaan semula sebelum kerugian yang ditimbulkan oleh tindak pidana. Eddy juga menjelaskan bahwa seorang PK/APK memiliki tugas dan tanggung jawab yang berat terhadap klien yang dibimbingnya, yaitu harus membimbing klien sedemikian rupa sehingga klien dapat diterima kembali oleh masyarakat, tidak mengulangi perbuatannya lagi, dan dapat menjadi individu yang bermanfaat.

Pidana alternatif, yang merupakan bentuk upaya mengatasi situasi overkapasitas di dalam LAPAS, juga disoroti oleh Eddy dalam materi yang dibawakannya. Dalam hal klien dijatuhi jenis-jenis pidana alternatif seperti pidana pengawasan dan pidana kerja sosial, tugas Bapas adalah mengawasi narapidana tidak mengulangi tindak pidana lagi. Di sisi lain, Eddy mengingatkan bahwa stigma negatif terhadap klien harus dihindari. “Perlakukan klien dengan layak, karena mereka hanya ‘tersesat,’” tegasnya.

 

Humas Bapas Yogyakarta

#kemenkumhamdiy

#bapasyogyakarta

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1